LEBAH Dalam perspektif Islam

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, pohon-pohon dan tempat hunian manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempulah jalan tuhanmu yang dimudahkan (bagimu)’. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang dapat menyembuhakan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (An-Nahl : 68-69).

MADU

Madu adalah salah satu sumber gizi bagi tubuh manusia; begitupun sedikit orang yang mau tak mau tahu betapa menakjubkan “pabrik” madunya –lebah- sendiri.

Menurut prof. Harun Yahya, bahwa sumber makanan lebah adalah sari bunga, yang mustahil ditemukan, misalnya di musim dingin. Dengan demikian lebah mencampur sari bunga tersebut dengan cairan khusus milik tubuh mereka sendiri. Maka terjelmahlah sumber gizi baru, yang kita kenal dengan sebutan madu. Nah, madu itulah, bagi para lebah, cadangan untuk musim dingin yang panjang.

PERMASALAHAN

Sekarang masalahnya adalah, mengapa lebah menyimpan cadangan makanan yang sebenarnya jauh melebihi kebutuhan merka sendiri dan mengapa mereka tidak menghentikan saja produksi yang sudah berlebihan itu?. Jawabannya justru terletak pada “wahyu” yang diterima lebah. Lebah membuat madu bukan untuk diri mereka semata, melainkan juga untuk umat manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: